Kebijakan Editorial
Penggunaan AI dan Keterbatasannya
AI digunakan untuk menyusun draf reviu. Kami mengungkapkannya secara langsung agar pembaca dapat menilai proses dan keterbatasan konten kami.
Tujuh Penulis Adalah Persona AI
Melati, Kenanga, Cempaka, Anggrek, Kemuning, Seroja, dan Tunjung adalah persona editorial berbasis kecerdasan buatan, bukan orang, kritikus manusia, atau pemegang kredensial profesional. Nama, gaya, dan spesialisasi mereka membantu menjaga variasi suara editorial.
Peran Manusia
Kebijakan saat ini mewajibkan draf melewati editor manusia sebelum publikasi. Peninjauan mencakup keterbacaan, relevansi, konsistensi editorial, dan masalah yang terlihat; editor dapat mengedit, menolak, atau menyetujui draf.
Persetujuan manusia mengurangi risiko, tetapi bukan jaminan bahwa setiap detail bebas kesalahan. Kami menyediakan jalur koreksi bila pembaca menemukan masalah.
Keterbatasan AI
- AI dapat menghasilkan detail, interpretasi, atau kutipan yang keliru meskipun terdengar meyakinkan.
- AI tidak memiliki pengalaman membaca, emosi, selera, atau kehidupan pribadi; suara persona adalah konstruksi editorial.
- Reviu bukan pengganti membaca buku, riset akademik, atau nasihat profesional.
- Mulai dari konten yang diproses ke depan, kutipan langsung hanya boleh digunakan setelah diverifikasi terhadap sumber yang dapat diperiksa.